AMAL YG CACAY

**Renungan Pagi**

*'AMILATUN NAASHIBAH*

Kita sering membaca Al Qur'an ayat ke 3 surah Al-Ghosyiyah.

Mari kita perhatikan sisi lain dari penjelasan ayat yang sangat menggugah itu.

Allah Ta'ala berfirman:

عَامِلَةٌ نَاصِبَةٌ
"Amal-amal yang hanya melelahkan"

Rangkaian ayat di awal surah ini bercerita tentang neraka dan para penghuninya.

Ternyata salah satu penyebab orang dimasukkan ke neraka adalah amalan yang banyak dan beragam, tapi penuh cacat; baik motif dan niatnya, maupun kaifiyat (tata cara) yang tidak sesuai dengan sunnah Rasulullah.

Sahabat Umar bin Khathab *selalu menangis* ketika mendengar ayat ini dibacakan.

Suatu hari Atha' As-Salami, seorang Tabi`in yang mulia, bermaksud menjual kain yang telah ditenunnya kepada penjual kain di pasar.

Setelah diamati dan diteliti secara seksama oleh sang penjual kain, sang penjual kain mengatakan,

"Ya Atha', sesungguhnya kain yang kau tenun ini cukup bagus, tetapi sayang ada cacatnya sehingga saya tidak dapat membelinya."

✨ Begitu mendengar bahwa kain yang telah ditenunnya ada cacat, Atha' termenung lalu menangis.

✨ Melihat Atha' menangis, sang penjual kain berkata,

🌷 "Atha' sahabatku, aku mengatakan dengan sebenarnya bahwa memang kainmu ada cacatnya sehingga aku tidak dapat membelinya. Kalaulah karena sebab itu engkau menangis, maka biarkanlah aku tetap membeli kainmu dan membayarnya dengan harga yang pas."

✨ Kemudian Atha' menjawab tawaran itu,

🌷 "Wahai sahabatku, engkau menyangka aku menangis disebabkan karena kainku ada cacatnya?

🌷 Ketahuilah, sesungguhnya yang menyebabkan aku menangis bukan karena kain itu. Aku menangis disebabkan karena aku menyangka bahwa kain yang telah kubuat selama berbulan-bulan ini tidak ada cacatnya, tetapi di mata engkau sebagai ahlinya, ternyata kain itu ada cacatnya.

✨ *Begitulah aku menangis kepada Allah dikarenakan aku menyangka bahwa ibadah yang telah aku lakukan selama bertahun-tahun ini tidak ada cacatnya, bisa jadi mungkin di mata Allah ibadahku penuh cacat dan cela. Itulah yang menyebabkan aku menangis.*"

Semoga kita menyadari sedini mungkin tentang amal yang kita lakukan apakah sudah sesuai dengan tuntunan Rasulullah ataukah tidak.

Hanya dengan ilmu-lah kita akan mengetahui dimana letak kekurangan amal kita.

Maka, bukan hanya beramal dengan sebanyak-banyaknya, tapi juga beramal dengan sebenar-benarnya dan berkualitas._

Karena *Syarat diterimanya amal ibadah* adalah_
_*Ketika amal itu ikhlas karena Allah dan*_
Sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam*_

و الله المستعان.....

#semangat untuk menjadi lebih baik setiap hari
#semangat untuk terus belajar dan beramal
#semangat menebar benih benih kebaikan
#Ku ucapkan mohon maaf lahir bathin jika selama ini banyak salah dan dosaku pada ikhwan semua 🙏🙏🙏. Semoga Allah menjadikan kita semua menjadi hamba" yg Sholeh/ah Aamiin.

Read More...

jangan pakai free ongkir

Banyak ritel online atau toko online yang menawarkan free shipping atau kadang disebut juga sebagai Gratis Ongkos Kirim kepada pelanggannya untuk berusaha menarik perhatian agar mereka mau membeli di toko online tersebut. Memang tidak bisa dipungkiri lagi, sekarang ini banyak orang yang lebih memilih untuk membeli barang di toko online yang menawarkan gratis ongkos kirim atau free shipping.

Anda sebagai seorang entrepreneur mungkin saat ini sedang menerapkan layanan free shipping tersebut atau malah baru ingin berniat melakukannya di toko online anda.

Tapi sebelum melakukan hal tersebut, ada baiknya anda memperhatikan 5 kesalahan yang perlu anda hindari saat menawarkan free shipping di toko online anda. Berikut adalah 5 kesalahan tersebut.

‘1. Menganggap free ongkir sebagai promosi utama di toko online Anda.

Free ongkir mungkin dapat menjadi cara terbaik Anda untuk mendapatkan pelanggan. Tetapi, Anda harus ingat, promosi lainnya juga penting dan dapat membantu bisnis Anda untuk berkembang.

David Kravetz, co-founder dari Fairytale Brownies asal Phoenix, Amerika Serikat yang menjual kue dan roti lewat toko online, telah menawarkan sistem free ongkir sejak tahun 2005, namun 2 tahun kemudian dia memutuskan untuk melakukan sebuah eksperimen.

Kravetz menawarkan 2 promosi berbeda kepada pelanggannya, dimana mereka dapat memilih diskon 20% dari pembeliannya atau free ongkir. Hasilnya sungguh mengejutkan, pelanggan yang memilih diskon ternyata lebih besar 2 kali lipat dibanding dengan yang memilih free ongkir.

Dari hasil tersebut, Kravetz menemukan bahwa sebenarnya pelanggan lebih menginginkan promosi yang dapat mengemat kantongnya dibanding hanya sekedar ongkos kirim yang gratis. Jadi jangan pernah membuat free ongkir sebagai promosi utama Anda, apalagi promosi satu-satunya yang anda terapkan di toko online Anda.

‘2. Menerapkan free ongkir untuk semua pembelian yang dilakukan pelanggan.

Orang-orang yang baru mendirikan sebuah bisnis kecil dan membuka toko online kadang membuat sebuah kesalahan besar. Kesalahan tersebut adalah mereka menawarkan pembebasan ongkos kirim kepada semua pembelian yang dilakukan pelanggannya, walaupun pelanggannya membeli dalam jumlah yang sangat kecil.

Solusi untuk mengatasi ini adalah pastikan anda membuat sebuah penawaran terbatas untuk layanan free ongkir, misalnya membuat batas waktu dari free ongkir tersebut ataupun menetapkan batas berapa banyak pembelian agar pelanggan tersebut dapat menikmati free ongkir di toko online anda.

Misalnya dengan menawarkan jika pelanggan membeli barang dengan total lebih dari Rp 50.000,- maka dia berhak mendapatkan gratis ongkos kirim.

‘3. Membuat batas pembelian minimum yang terlalu tinggi.

Ini merupakan kelanjutan dari poin ke-2, dimana Anda telah menetapkan batas pembelian minimum di toko online anda agar para pembeli dapat menikmati layanan free ongkir. Pastikan batas tersebut normal dan tidak terlalu tinggi bagi pelanggan Anda.

Seorang konsultan e-commerce, John Lawson menyarankan agar anda menetapkan batas pembelian minimum tersebut berdasarkan rata-rata nilai pembelian yang pelanggan Anda lakukan di toko online Anda, dan buat batas tersebut 10%-15% lebih tinggi dibanding rata-rata nilai pembelian.

Contohnya, jika order rata-rata yang dibuat oleh pelanggan Anda adalah sebesar Rp 250.000,-. Anda sebaiknya membuat batas pembelian minimum sebesar Rp 275.000,-. Batas ini akan meningkatkan pemasukan toko online Anda, karena para pelanggan tentunya akan menambah barang pembelian mereka agar mereka bisa mendapat layanan gratis ongkos kirim.

Jangan pernah menetapkan batas minimum pembelian yang tidak masuk akal, misalnya Rp 1.000.000,-, padahal rata-rata penjualan Anda hanya sebesar Rp 100.000,-.

‘4. Menjadikan free ongkir sebagai alat marketing utama.

Para pemilik toko online kadang terlalu memperlihatkan Gratis Ongkos Kirim dalam menjual produk mereka. Free ongkir memang disarankan untuk dicantumkan di halaman utama toko online Anda, tapi jangan terlalu berlebihan.

Ingat, Anda menjual produk bukan menjual free ongkir, jadi jangan terlalu memperlihatkan free ongkir sebagai alat marketing di toko online Anda. Tonjolkan kualitas dari produk Anda, karena Anda memang menjual produk di dalam toko online tersebut. Jadikan free ongkirsebagai nilai tambah, bukan sebagai alat utama.

‘5. Lupa mengingatkan pelanggan Anda berapa banyak yang telah mereka hemat saat membeli.

Saat Anda telah meluncurkan layanan free shipping, pastikan Anda membuat para pelanggan Anda tahu berapa banyak yang bisa mereka hemat dengan gratis ongkir tersebut.

Ini mungkin bisa anda perlihatkan saat pelanggan Anda akan melakukan check out dari barang yang mereka pilih, karena kebanyakan dari software untuk toko online sudah menyediakan fitur untuk menghitung ongkos kirim. Buat pelanggan Anda tahu, bahwa mereka telah menghemat banyak uang ketika memilih free ongkir.

Sumber: http://hot.yukbisnis.com/kesalahan-free-ongkir/

Read More...

mendidik anak

Menyesal Tidak Mengetahuinya Dari Dulu, Ini 7 Rahasia Mendidik Anak

7 Rahasia Mendidik Anak dari Ustdz Farid Ahmad!

1. Jika melihat anakmu menangis, jangan buang waktu untuk mendiamkannya. Coba tunjuk burung atau awan di atas langit agar ia melihatnya, ia akan terdiam. Karena psikologis manusia saat menangis, adalah menunduk.

2. Jika ingin anak-anakmu berhenti bermain, jangan berkata: “Ayo, sudah mainnya, stop sekarang!”. Tapi katakan kepada mereka: “Mainnya 5 menit lagi yaaa”. Kemudian ingatkan kembali: “Dua menit lagi yaaa”. Kemudian barulah katakan: “Ayo, waktu main sudah habis”. Mereka akan berhenti bermain.

3. Jika engkau berada di hadapan sekumpulan anak-anak dalam sebuah tempat, yang mereka berisik dan gaduh, dan engkau ingin memperingatkan mereka, maka katakanlah: “Ayoo.. Siapa yang mau mendengar cerita saya, angkat tangannya..”. Salah seorang akan mengangkat tangan, kemudian disusul dengan anak-anak yang lain, dan semuanya akan diam.

4. Katakan kepada anak-anak menjelang tidur: “Ayo tidur sayang.. besok pagi kan kita sholat subuh”, maka perhatian mereka akan selalu ke akhirat. Jangan berkata: “Ayo tidur, besok kan sekolah”, akhirnya mereka tidak sholat subuh karena perhatiannya adalah dunia.

5. Nikmati masa kecil anak-anakmu, karena waktu akan berlalu sangat cepat. Kepolosan dan kekanak-kanakan mereka tidak akan lama, ia akan menjadi kenangan. Bermainlah bersama mereka, tertawalah bersama mereka, becandalah bersama mereka. Jadilah anak kecil saat bersama mereka, ajarkan mereka dengan cara yang menyenangkan sambil bermain.

6. Tinggalkan HP sesaat kalau bisa, dan matikan juga TV. Jika ada teman yang menelpon, katakan: “Maaf saaay, saat ini aku sedang sibuk mendampingi anak-anak”. Semua ini tidak menyebabkan jatuhnya wibawamu, atau hilangnya kepribadianmu. Orang yang bijaksana tahu bagaimana cara menyeimbangkan segala sesuatu dan menguasai pendidikan anak.

7. Selain itu, jangan lupa berdoa dan bermohon kepada Allah, agar anak-anak kita menjadi perhiasan yang menyenangkan, baik di dunia maupun di akhirat.

Share & Like : http://www.beritaislamterbaru.org/2016/03/menyesal-tidak-mengetahuinya-dari-dulu.html

Read More...

santri dilamar

_*Anak gadis bertanya kepada ibunya*_
```
Anak : Bu...  Aku mau dilamar.
Ibu   : sama siapa...?
Anak : seorang  santri Bu...
Ibu   : terima saja nak...!
Anak : kok...  Langsung diterima ???
Ibu  : Alloh  saja yg tidak nampak kasat dia patuhi dan selalu merawat menjaga perintah & larangan Nya...
Apalagi hanya kamu seorang.

Anak : tapi, tidak punya gelar!  Hanya Santri ?

Ibu  : seorang master / profesor,  hanya menguasai satu bidang tertentu.  Tapi santri biasa dan bisa menguasai ilmu nriman, sabar, tawadhu', ngalah pandai bersyukur dan byk lagi....
Anak : tampilannya kok peci sama sarung....???
Ibu  : sarung hanya bungkusnya yg penting ``` *ISINYA*  ```Nduk....```
i
*Berbahagialah para santri....*
*_Dan orang tua yg punya anak santri..._*
Hidup santri.😁😁😍

Read More...

Video Gallery