ALQUR'AN & UMUR

*R E N U N G A N*

*AL QURAN & UMUR*

*Berkata Abdul Malik bin Umair:*

*"Satu-satunya manusia yang tidak tua* adalah orang yang selalu membaca Al-Quran".

*"Manusia yang paling jernih akalnya* adalah para pembaca Al-Quran".

*Berkata Al-imam Qurtubi :*
"Barang siapa yang membaca Al-Quran,  maka Allah akan menjadikan ingatannya segar meskipun umurnya telah mencapai 100 tahun".

*Imam besar Ibrahim al-Maqdisi memberikan wasiat pada muridnya Abbas bin Abdi Daim Rahimahullah.*

"Perbanyaklah membaca *Al-Quran* jangan pernah kau tinggalkan, kerana sesungguhnya setiap yang kamu inginkan akan di mudahkan setara dengan yang kamu baca".

*Berkata Ibnu Solah :*

"Bahawasannya para Malaikat tidak diberi keutama'an untuk membaca *Al-Quran*,  maka oleh kerana itu para Malaikat bersemangat untuk selalu mendengar saja dari bacaan manusia".

*Berkata Abu Zanad :*

"Di tengah malam,  aku keluar menuju masjid Rasulullah SAW sungguh tidak ada satu rumahpun yang aku lewati melainkan padanya ada yang membaca *Al-Quran".*

*Berkata sebagian ahli tafsir :*

"Manakala kita menyibukkan diri dengan *Al-Quran* maka kita akan dibanjiri oleh sejuta keberkahan dan kebaikan di dunia".

"Kami memohon kepada *Allah* agar memberikan taufiqnya kepada Kami dan semua yang membaca tulisan ini untuk selalu membaca *Al-Quran* dan mengamalkan kandungannya".

Bila anda Cinta pada *Al-Quran* maka sebarkanlah. Demi *Allah,* sekian banyak orang yang membaca *Al-Quran* maka pahala akan mengalir pada anda.

*Umur kita terlalu singkat*
... hingga *ALLAH* kurniakan  *Lailatul Qadar* untuk menambah umur amal.

*Umur kita terlalu singkat*
... *ALLAH* pinta *bersilaturrahim* untuk memanjangkannya.

*Umur kita terlalu singkat*
... *ALLAH* kurniakan *Puasa Enam hari* di bulan Syawal seperti berpuasa setahun.

*Umur kita terlalu singkat*
... *ALLAH* kurniakan *baca Surah Al-Ikhlas* seperti membaca sepertiga *Al-Quran*.

*Umur kita terlalu singkat*
... ALLAH kurniakan *Solat di Masjidil Haram* seperti solat 100 ribu lebih di masjid lain.

*Umur kita terlalu singkat*
... ALLAH kurniakan *Solat berjemaah* nilainya 27x lebih daripada solat sendirian.

*Hidup ini terlalu singkat*
... ALLAH kurniakan *satu huruf bacaan Al-Quran* dengan 10 pahala/kebaikan.

*Hidup ini terlalu singkat*
...ALLAH kurniakan siapa yg *beramal jariyah, share ilmu yang bermanafaat, dan mengusahakan anak2nya jadi anak yg soleh,* pahalanya akan terus mengalir ke alam kuburnya.

Wahai diri..., *usia umat Nabi Muhammad SAW rata2 hanya 63 - 65* tahun. Kalau saat ini usia kita *Sudah 45 tahun,* paling lama *20 tahun* lagi Malaikat Al Maut akan menjemput kita..

*HIDUP INI TERLALU SINGKAT... JANGANLAH DI SIA-SIAKAN KESEMPATAN YANG DIBERIKAN ALLAH SWT. ...*
Baarakallah......

Read More...

keyakinan itu menyembuhkan

Allahu Akbar...gak jenuh bacanya...
Kami sedang antri periksa kesehatan. Dokter yang kami kunjungi ini termasuk dokter sepuh –berusia sekitar tujuh puluhan- spesialis penyakit...
“Silakan duduk,” sambut dr.Paulus.
Aku duduk di depan meja kerjanya, mengamati pria sepuh berkacamata ini yang sedang sibuk menulis identitasku di kartu pasien.

“Apa yang dirasakan, Mas?”

Aku pun bercerita tentang apa yang kualami sejak 2013 hingga saat ini. Mulai dari awal merasakan sakit maag, peristiwa-peristiwa kram perut, ambruk berkali-kali, gejala dan vonis tipes, pengalaman opnam dan endoskopi, derita GERD, hingga tentang radang duodenum dan praktek tata pola makan Food Combining yang kulakoni.

“Kalau kram perutnya sudah enggak pernah lagi, Pak,” ungkapku, “Tapi sensasi panas di dada ini masih kerasa, panik juga cemas, mules, mual. Kalau telat makan, maag saya kambuh. Apalagi setelah beberapa bulan tata pola makan saya amburadul lagi.”

“Tapi buat puasa kuat ya?”

“Kuat, Pak.”

“Orang kalau kuat puasa, harusnya nggak bisa kena maag!”

Aku terbengong, menunggu penjelasan.

“Asam lambung itu,” terang Pak Paulus, “Diaktifkan oleh instruksi otak kita. Kalau otak kita bisa mengendalikan persepsi, maka asam lambung itu akan nurut sendiri. Dan itu sudah bisa dilakukan oleh orang-orang puasa.”

“Maksudnya, Pak?”

“Orang puasa ‘kan malamnya wajib niat to?”

“Njih, Pak.”

“Nah, niat itulah yang kemudian menjadi kontrol otak atas asam lambung. Ketika situ sudah bertekad kuat besok mau puasa, besok nggak makan sejak subuh sampai maghrib, itu membuat otak menginstruksikan kepada fisik biar kuat, asam lambung pun terkendali. Ya kalau sensasi lapar memang ada, namanya juga puasa. Tapi asam lambung tidak akan naik, apalagi sampai parah. Itu syaratnya kalau situ memang malamnya sudah niat mantap. Kalau cuma di mulut bilang mau puasa tapi hatinya nggak mantap, ya tetap nggak kuat. Makanya niat itu jadi kewajiban, ‘kan?”

“Iya, ya, Pak,” aku manggut-manggut nyengir.

“Manusia itu, Mas, secara ilmiah memang punya tenaga cadangan hingga enam puluh hari. Maksudnya, kalau orang sehat itu bisa tetap bertahan hidup tanpa makan dalam keadaan sadar selama dua bulan. Misalnya puasa dan buka-sahurnya cuma minum sedikit. Itu kuat. Asalkan tekadnya juga kuat.”

Aku melongo lagi.

“Makanya, dahulu raja-raja Jawa itu sebelum jadi raja, mereka tirakat dulu. Misalnya puasa empat puluh hari. Bukanya cuma minum air kali. Itu jaman dulu ya, waktu kalinya masih bersih. Hahaha,” ia tertawa ringan, menambah rona wajahnya yang memang kelihatan masih segar meski keriput penanda usia.

Kemudian ia mengambil sejilid buku di rak sebelah kanan meja kerjanya. Ya, ruang praktek dokter dengan rak buku. Keren sekali. Aku lupa judul dan penulisnya. Ia langsung membuka satu halaman dan menunjukiku beberapa baris kalimat yang sudah distabilo hijau.

“Coba baca, Mas: ‘mengatakan adalah mengundang, memikirkan adalah mengundang, meyakini adalah mengundang’. Jadi kalau situ memikirkan; ‘ah, kalau telat makan nanti asam lambung saya naik’, apalagi berulang-ulang mengatakan dan meyakininya, ya situ berarti mengundang penyakit itu. Maka benar kata orang-orang itu bahwa perkataan bisa jadi doa. Nabi Musa itu, kalau kerasa sakit, langsung mensugesti diri; ah sembuh. Ya sembuh. Orang-orang debus itu nggak merasa sakit saat diiris-iris kan karena sudah bisa mengendalikan pikirannya. Einstein yang nemuin bom atom itu konon cuma lima persen pendayagunaan otaknya. Jadi potensi otak itu luar biasa,” papar Pak Paulus.

“Jadi kalau jadwal makan sembarangan berarti sebenarnya nggak apa-apa ya, Pak?”

“Nah, itu lain lagi. Makan harus tetap teratur, ajeg, konsisten. Itu agar menjaga aktivitas asam lambung juga. Misalnya situ makan tiga kali sehari, maka jarak antara sarapan dan makan siang buatla sama dengan jarak antara makan siang dan makan malam. Misalnya, sarapan jam enam pagi, makan siang jam dua belas siang, makan malam jam enam petang. Kalau siang, misalnya jam sebelas situ rasanya nggak sempat makan siang jam dua belas, ya niatkan saja puasa sampai sore. Jangan mengundur makan siang ke jam dua misalnya, ganti aja dengan minum air putih yang banyak. Dengan pola yang teratur, maka organ di dalam tubuh pun kerjanya teratur. Nah, pola teratur itu sudah bisa dilakukan oleh orang-orang yang puasa dengan waktu buka dan sahurnya.”

“Ooo, gitu ya Pak,” sahutku baru menyadari.

“Tapi ya itu tadi. Yang lebih penting adalah pikiran situ, yakin nggak apa-apa, yakin sembuh. Allah sudah menciptakan tubu kita untuk menyembuhkan diri sendiri, ada mekanismenya, ada enzim yang bekerja di dalam tubuh untuk penyembuhan diri. Dan itu bisa diaktifkan secara optimal kalau pikiran kita optimis. Kalau situ cemas, takut, kuatir, justru imunitas situ turun dan rentan sakit juga.”

Pak Paulus mengambil beberapa jilid buku lagi, tentang ‘enzim kebahagiaan’ endorphin, tentang enzim peremajaan, dan beberapa tema psiko-medis lain tulisan dokter-dokter Jepang dan Mesir.

“Situ juga berkali-kali divonis tipes ya?”

“Iya, Pak.”

“Itu salah kaprah.”

“Maksudnya?”

“Sekali orang kena bakteri thypoid penyebab tipes, maka antibodi terhadap bakteri itu bisa bertahan dua tahun. Sehingga selama dua tahun itu mestinya orang tersebut nggak kena tipes lagi. Bagi orang yang fisiknya kuat, bisa sampai lima tahun. Walaupun memang dalam tes widal hasilnya positif, tapi itu bukan tipes. Jadi selama ini banyak yang salah kaprah, setahun sampai tipes dua kali, apalagi sampai opnam. Itu biar rumah sakitnya penuh saja. Kemungkinan hanya demam biasa.”

“Haah?”

“Iya Mas. Kalaupun tipes, nggak perlu dirawat di rumah sakit sebenarnya. Asalkan dia masih bisa minum, cukup istirahat di rumah dan minum obat tipes. Sembuh sudah. Dulu, pernah di RS Sardjito, saya anjurkan agar belasan pasien tipes yang nggak mampu, nggak punya asuransi, rawat jalan saja. Yang penting tetep konsumsi obat dari saya, minum yang banyak, dan tiap hari harus cek ke rumah sakit, biayanya gratis. Mereka nurut. Itu dalam waktu maksimal empat hari sudah pada sembuh. Sedangkan pasien yang dirawat inap, minimal baru bisa pulang setelah satu minggu, itupun masih lemas.”

“Tapi ‘kan pasien harus bedrest, Pak?”

“Ya ‘kan bisa di rumah.”

“Tapi kalau nggak pakai infus ‘kan lemes terus Pak?”

“Nah situ nggak yakin sih. Saya yakinkan pasien bahwa mereka bisa sembuh. Asalkan mau nurut dan berusaha seperti yang saya sarankan itu. Lagi-lagi saya bilang, kekuatan keyakinan itu luar biasa lho, Mas.”

Dahiku berkernyit. Menunggu lanjutan cerita.

“Dulu,” lanjut Pak Paulus, “Ada seorang wanita kena kanker payudara. Sebelah kanannya diangkat, dioperasi di Sardjito.
Nggak lama, ternyata payudara kirinya kena juga. Karena nggak segera lapor dan dapat penanganan, kankernya merembet ke paru-paru dan jantung. Medis di Sardjito angkat tangan.

Dia divonis punya harapan hidup maksimal hanya empat bulan.”

“Lalu, Pak?” tanyaku antusias.

“Lalu dia kesini ketemu saya. Bukan minta obat atau apa.
Dia cuma nanya; ‘Pak Paulus, saya sudah divonis maksimal empat bulan.

Kira-kira bisa nggak kalau diundur jadi enam bulan?’

Saya heran saat itu, saya tanya kenapa.

Dia bilang bahwa enam bulan lagi anak bungsunya mau nikah, jadi pengen ‘menangi’ momen itu.”

“Waah.. Lalu, Pak?”

“Ya saya jelaskan apa adanya. Bahwa vonis medis itu nggak seratus persen, walaupun prosentasenya sampai sembilan puluh sembilan persen,
tetap masih ada satu persen berupa kepasrahan kepada Tuhan yang bisa mengalahkan vonis medis sekalipun.
Maka saya bilang; sudah Bu, situ nggak usah mikir bakal mati empat bulan lagi.
Justru situ harus siap mental, bahwa hari ini atau besok situ siap mati.
Kapanpun mati, siap!
Begitu, situ pasrah kepada Tuhan, siap menghadap Tuhan kapanpun. Tapi harus tetap berusaha bertahan hidup.”

Aku tambah melongo. Tak menyangka ada nasehat macam itu.
Kukira ia akan memotivasi si ibu agar semangat untuk sembuh, malah disuruh siap mati kapanpun.
O iya, mules mual dan berbagai sensasi ketidaknyamanansudah tak kurasakan lagi.

“Dia mau nurut. Untuk menyiapkan mental siap mati kapanpun itu dia butuh waktu satu bulan.
Dia bilang sudah mantap, pasrah kepada Tuhan bahwa dia siap.
Dia nggak lagi mengkhawatirkan penyakit itu, sudah sangat enjoy.
Nah, saat itu saya cuma kasih satu macam obat. Itupun hanya obat anti mual biar dia tetap bisa makan dan punya energi untuk melawan kankernya.

Setelah hampir empat bulan, dia check-up lagi ke Sardjito dan di sana dokter yang meriksa geleng-geleng. Kankernya sudah berangsur-angsur hilang!”

“Orangnya masih hidup, Pak?”

“Masih. Dan itu kejadian empat belas tahun lalu.”

“Wah, wah, wah..”

“Kejadian itu juga yang menjadikan saya yakin ketika operasi jantung dulu.”

“Lhoh, njenengan pernah Pak?”

“Iya.
Dulu saya operasi bedah jantung di Jakarta. Pembuluhnya sudah rusak. Saya ditawari pasang ring.

Saya nggak mau. Akhirnya diambillah pembuluh dari kaki untuk dipasang di jantung.

Saat itu saya yakin betul sembuh cepat. Maka dalam waktu empat hari pasca operasi, saya sudah balik ke Jogja, bahkan dari bandara ke sini saya nyetir sendiri.
Padahal umumnya minimal dua minggu baru bisa pulang.
Orang yang masuk operasi yang sama bareng saya baru bisa pulang setelah dua bulan.”

Pak Paulus mengisahkan pengalamannya ini dengan mata berbinar. Semangatnya meluap-luap hingga menular ke pasiennya ini. Jujur saja, penjelasan yang ia paparkan meningkatkan harapan sembuhku dengan begitu drastis.

Persis ketika dua tahun lalu pada saat ngobrol dengan Bu Anung tentang pola makan dan kesehatan. Semangat menjadi kembali segar!

“Tapi ya nggak cuma pasrah terus nggak mau usaha.
Saya juga punya kenalan dokter,” lanjutnya,
“Dulu tugas di Bethesda, aslinya Jakarta, lalu pindah mukim di Tennessee, Amerika.

Di sana dia kena kanker stadium empat. Setelah divonis mati dua bulan lagi, dia akhirnya pasrah dan pasang mental siap mati kapanpun.

Hingga suatu hari dia jalan-jalan ke perpustakaan, dia baca-baca buku tentang Afrika.
Lalu muncul rasa penasaran, kira-kira gimana kasus kanker di Afrika.
Dia cari-cari referensi tentang itu, nggak ketemu. Akhirnya dia hubungi kawannya, seorang dokter di Afrika Tengah.

Kawannya itu nggak bisa jawab.
Lalu dihubungkan langsung ke kementerian kesehatan sana. Dari kementerian, dia dapat jawaban mengherankan, bahwa di sana nggak ada kasus kanker.
Nah dia pun kaget, tambah penasaran.”

Pak Paulus jeda sejenak. Aku masih menatapnya penuh penasaran juga, “Lanjut, Pak,” benakku.

“Beberapa hari kemudian dia berangkat ke Afrika Tengah.
Di sana dia meneliti kebiasaan hidup orang-orang pribumi. Apa yang dia temukan?
Orang-orang di sana makannya sangat sehat.
Yaitu sayur-sayuran mentah, dilalap, nggak dimasak kayak kita.

Sepiring porsi makan itu tiga perempatnya sayuran, sisanya yang seperempat untuk menu karbohidrat. Selain itu, sayur yang dimakan ditanam dengan media yang organik. Pupuknya organik pake kotoran hewan dan sisa-sisa tumbuhan.

Jadi ya betul-betul sehat.
Nggak kayak kita, sudah pupuknya pakai yang berbahaya, eh pakai dimasak pula. Serba salah kita.

Bahkan beras merah dan hitam yang sehat-sehat itu, kita nggak mau makan.
Malah kita jadikan pakan burung, ya jadinya burung itu yang sehat, kitanya sakit-sakitan.”

Keterangan ini mengingatkanku pada obrolan dengan Bu Anung tentang sayur mayur, menu makanan serasi, hingga beras sehat. Pas sekali.

“Nah dia yang awalnya hanya ingin tahu, akhirnya ikut-ikutan.

Dia tinggal di sana selama tiga mingguan dan menalani pola makan seperti orang-orang Afrika itu.”

“Hasilnya, Pak?”

“Setelah tiga minggu, dia kembali ke Tennessee.

Dia mulai menanam sayur mayur di lahan sempit dengan cara alami.
Lalu beberapa bulan kemudian dia check-up medis lagi untuk periksa kankernya,”

“Sembuh, Pak?”

“Ya! Pemeriksaan menunjukkan kankernya hilang.
Kondisi fisiknya berangsur-angsur membaik. Ini buki bahwa keyakinan yang kuat, kepasrahan kepada Tuhan, itu energi yang luar biasa.

Apalagi ditambah dengan usaha yang logis dan sesuai dengan fitrah tubuh.

Makanya situ nggak usah cemas, nggak usah takut..”

Takjub, tentu saja.

Pada momen ini Pak Paulus menghujaniku dengan pengalaman-pengalamannya di dunia kedokteran, tentang kisah-kisah para pasien yang punya optimisme dan pasien yang pesimis.

Aku jadi teringat kisah serupa yang menimpa alumni Madrasah Huffadh Al-Munawwir, pesantren tempatku belajar saat ini.

Singkatnya, santri ini mengidap tumor ganas yang bisa berpindah-pindah benjolannya.

Ia divonis dokter hanya mampu bertahan hidup dua bulan. Terkejut atas vonis ini, ia misuh-misuh di depan dokter saat itu.
Namun pada akhirnya ia mampu menerima kenyataan itu.

Ia pun bertekad menyongsong maut dengan percaya diri dan ibadah. Ia sowan ke Romo Kiai, menyampaikan maksudnya itu.

Kemudian oleh Romo Kiai, santri ini diijazahi (diberi rekomendasi amalan)
Riyadhoh Qur’an, yakni amalan membaca Al-Quran tanpa henti selama empat puluh hari penuh, kecuali untuk memenuhi hajat dan kewajiban primer.

Riyadhoh pun dimulai. Ia lalui hari-hari dengan membaca Al-Quran tanpa henti.

Persis di pojokan aula Madrasah Huffadh yang sekarang. Karena merasa begitu dingin, ia jadikan karpet sebagai selimut.

Hari ke tiga puluh, ia sering muntah-muntah, keringatnya pun sudah begitu bau.

Bacin, mirip bangkai tikus,kenang narasumber yang menceritakan kisah ini padaku. Hari ke tiga puluh lima, tubuhnya sudah nampak lebih segar, dan ajaibnya; benjolan tumornya sudah hilang.

Selepas rampung riyadhoh empat puluh hari itu, dia kembali periksa ke rumah sakit di mana ia divonis mati.

Pihak rumah sakit pun heran.
Penyakit pemuda itu sudah hilang, bersih, dan menunjukkan kondisi vital yang sangat sehat!

Aku pribadi sangat percaya bahwa gelombang yang diciptakan oleh ritual ibadah bisa mewujudkan energi positif bagi fisik.

Khususnya energi penyembuhan bagi mereka yang sakit.

Memang tidak mudah untuk sampai ke frekuensi itu, namun harus sering dilatih. Hal ini diiyakan oleh Pak Paulus.

“Untuk melatih pikiran biar bisa tenang itu cukup dengan pernapasan.

Situ tarik napas lewat hidung dalam-dalam selama lima detik, kemudian tahan selama tiga detik. Lalu hembuskan lewat mulut sampai tuntas. Lakukan tujuh kali setiap sebelum Shubuh dan sebelum Maghrib.

Itu sangat efektif. Kalau orang pencak, ditahannya bisa sampai tuuh detik.
Tapi kalau untuk kesehatan ya cukup tiga detik saja.”

Nah, anjuran yang ini sudah kupraktekkan sejak lama. Meskipun dengan tata laksana yang sedikit berbeda.

Terutama untuk mengatasi insomnia. Memang ampuh. Yakni metode empat-tujuh-delapan.

Ketika merasa susah tidur alias insomnia, itu pengaruh pikiran yang masih terganggu berbagai hal.

Maka pikiran perlu ditenangkan, yakni dengan pernapasan.
Tak perlu obat, bius, atau sejenisnya, murah meriah.

Pertama, tarik napas lewat hidung sampai detik ke empat, lalu tahan sampai detik ke tujuh, lalu hembuskan lewat mulut pada detik ke delapan. Ulangi sebanyak empat sampai lima kali.

Memang iya mata kita tidak langsung terpejam ngantuk, tapi pikiran menadi rileks dan beberapa menit kemudian tanpa terasa kita sudah terlelap.
Awalnya aku juga agak ragu, tapi begitu kucoba, ternyata memang ampuh. Bahkan bagi yang mengalami insomnia sebab rindu akut sekalipun.

“Gelombang yang dikeluarkan oleh otak itu punya energi sendiri, dan itu bergantung dari seberapa yakin tekad kita dan seberapa kuat konsentrasi kita,” terangnya,

“Jadi kalau situ sholat dua menit saja dengan khusyuk, itu sinyalnya lebih bagus ketimbang situ sholat sejam tapi pikiran situ kemana-mana, hehehe.”

Duh, terang saja aku tersindir di kalimat ini.

“Termasuk dalam hal ini adalah keampuhan sholat malam.

Sholat tahajud. Itu ketika kamu baru bangun di akhir malam, gelombang otak itu pada frekuensi Alpha. Jauh lebih kuat daripada gelombang Beta yang teradi pada waktu Isya atau Shubuh.
Jadi ya logis saja kalau doa di saat tahajud itu begitu cepat ‘naik’ dan terkabul. Apa yang diminta, itulah yang diundang.
Ketika tekad situ begitu kuat, ditambah lagi gelombang otak yang lagi kuat-kuatnya, maka sangat besar potensi terwujud doa-doa situ.”

Tak kusangka Pak Paulus bakal menyinggung perihal sholat segala. Aku pun ternganga. Ia menunjukkan sampul buku tentang ‘enzim panjang umur’.

“Tubuh kita ini, Mas, diberi kemampuan oleh Allah untuk meregenerasi sel-sel yang rusak dengan bantuan enzim tertentu, populer disebut dengan enzim panjang umur. Secara berkala sel-sel baru terbentuk, dan yang lama dibuang.
Ketika pikiran kita positif untuk sembuh, maka yang dibuang pun sel-sel yang terkena penyakit.

Menurut penelitian, enzim ini bisa bekerja dengan baik bagi mereka yang sering merasakan lapar dalam tiga sampai empat hari sekali.”

Pak Paulus menatapku, seakan mengharapkan agar aku menyimpulkan sendiri.

“Puasa?”
“Ya!”
“Senin-Kamis?”

“Tepat sekali! Ketika puasa itu regenerasi sel berlangsung dengan optimal.

Makanya orang puasa sebulan itu juga harusnya bisa jadi detoksifikasi yang ampuh terhadap berbagai penyakit.”

Lagi-lagi,aku manggut-manggut.

Tak asing dengan teori ini.

“Pokoknya situ harus merangsang tubuh agar bisa menyembuhkan diri sendiri.

Jangan ketergantungan dengan obat. Suplemen yang nggak perlu-perlu amat,nggak usahlah. Minum yang banyak, sehari dua liter, bisa lebih kalau situ banyak berkeringat, ya tergantung kebutuhan.

Tertawalah yang lepas, bergembira, nonton film lucu tiap hari juga bisa merangsang produksi endorphin, hormon kebahagiaan. Itu akan sangat mempercepat kesembuhan.

Penyakit apapun itu! Situ punya radang usus kalau cemas dan khawatir terus ya susah sembuhnya.

Termasuk asam lambung yang sering kerasa panas di dada itu.”

Terus kusimak baik-baik anjurannya sambil mengelus perut yang tak lagi terasa begah. Aneh.

“Tentu saja seperti yang saya sarankan, situ harus teratur makan, biar asam lambung bisa teratur juga.

Bangun tidur minum air hangat dua gelas sebelum diasupi yang lain.

Ini saya kasih vitamin saja buat situ, sehari minum satu saja. Tapi ingat, yang paling utama adalah kemantapan hati, yakin, bahwa situ nggak apa-apa. Sembuh!”

Begitulah. Perkiraanku yang tadinya bakal disangoni berbagai macam jenis obat pun keliru.

Hanya dua puluh rangkai kaplet vitamin biasa, Obivit, suplemen makanan yang tak ada ?;kaitannya dengan asam lambung apalagi GERD.

Hampir satu jam kami ngobrol di ruang praktek itu, tentu saja ini pengalaman yang tak biasa. Seperti konsultasi dokter pribadi saja rasanya.

Padahal saat keluar, kulihat masih ada dua pasien lagi yang kelihatannya sudah begitu jengah menunggu.

“Yang penting pikiran situ dikendalikan, tenang dan berbahagia saja ya,” ucap Pak Paulus sambil menyalamiku ketika hendak pamit.

Dan jujur saja, aku pulang dalam keadaan bugar, sama sekali tak merasa mual, mules, dan saudara-saudaranya.

Terima kasih Pak Paulus.

Kadipiro Yogyakarta, 2016

Dari wordpress GUBUGREOT

Boleh di share biar lebih bermanfaat buat orang banyak, kalo pelit di simpen sendiri juga gak apa apa =D

Rasulullah S.A.W bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)copas,com

Read More...

Amal yang sia sia

*Kantong Bocor!!*

Imam mesjidil haram almakki dalam khutbahnya mengatakan:

إحذروا *الكيس المثقوب*

*Hati-hati dengan kantong yg bocor*

" تتوضأ أحسن وضوء " لكــن. .. تسرف في الماء' *كيس مثقْوب*

Engkau telah berwudhu dgn sebaik2 wudhu akan tetapi engkau boros memakai air, (itu sama dengan)
*kantong bocor*

" تتصدق عَلى الفقراء بمبلغ ثم .. تذلهم وتضايقهم *كيس مثقْوب.

Engkau bersedekah kepada fakir miskin kemudian, engkau menghina dan menyulitkan mereka, (itu seperti)
*kantong bocor*

تقوم الليل وتصوم النهار وتطيع ربك" لكــن. .. قاطع الرحم *كيس مثقْوب*

Engkau sholat malam hari, puasa di siang hari,  dan mentaati tuhanmu,  tapi engkau memutuskan (tali) silaturrahmi, (jelas itu adalah)
*kantong bocor*

تصوم وتصبر عَلى الجوع و العطش" لكـن .. تسب وتشتم وتلعن *كيس مثقْوب*

Engkau sabar dengan haus dan lapar,  tapi engkau menghina dan mencaci, (sama dengan)
*kantong bocor*

" *تلبسين الطرحه والعباية فوق الملابس* "لكـن .. العطر فواح *كيس مثقْوب*

Engkau memakai baju kerudung dan kebaya,  tapi minyak Wangi menyengat, (itu)
*kantong bocor*

تكرم ضيفك وتحسن إليه لكـن .. بعد خروجه تغتابه وتخرج مساوئه *كيس مثقْوب*

Engkau memuliakan tamumu dan berbuat baik kepadanya,  tapi setelah dia pergi engkau menggunjingkanya, (sungguh itu)
*kantong bocor*

أخيرا ً لا تجمعوا حسناتكم في كيس مثقْوب . تجمعوها بصعوبة من جهة .. ثم تسقط بسهولة من جهه أخرى..
*يا رب اسألك لي ولأحبتي الهداية والغفران* .

Pada akhirnya *engkau hanya mengumpulkan kebaikanmu dalam kantong bocor,*  satu sisi engkau mengumpulkan dengan susah payah kemudian engkau menjatuhkannya dg mudah di sisi lain.
Ya Rabb, kami mohon hidayah dan ampunan atas kami dan orang-orang yg kami cintai

*عجائب الشعب العربي* :
Keganjilan-keganjilan orang-orang Arab (secara khusus dan kaum muslimin umumnya)

1- لايستطيع السفر للحج لأن تكلفة الحج مرتفعه .. لكن يستطيع السفر رغبةً في تغيير الجو !
*ألا إن سلعة الله غالية*

1. Tidak mampu pergi haji karna biayanya besar,  akan tetapi sanggup pergi wisata mengganti suasana,
*bukankah perdagangan Allah itu mahal*

2- لايستطيع شراء الأضحية لغلاء السعر لكن يستطيع شراء آيفون لمواكبة الموضة.
*ألا إن سلعة اللَّـه غالية*

2. Tidak sanggup membeli hewan qurban karna harganya yg mahal,  tapi sanggup membeli iPhone sekedar ganti model. 
*bukankah perdagangan Allah itu mahal*

3- يستطيع قراءة محادثات تصل إلى ١٠٠ محادثه في اليوم ..
ولا يستطيع قراءة ١٠ آيات من القرآن بحجة ليس لديه وقت لقراءة القرآن
*ألا إن سلعة الله غالية*

Sanggup membaca chatingan hingga seratus percakapan tiap hari,  namun tidak sanggup membaca 10 ayat alquran  dengan dalih tiada waktu yg cukup untuk membaca. 
*bukankah perdagangan Allah itu mahal*

قليل من سيرسلها لأنه يشعر بالحرج .
Sedikit yg mau menyebarkannya/ men share karena merasa berat..

*تخيل ان الله يراك وانت تنشرها لاجله*.
Angankan di benakmu bahwa Allah selalu melihatmu.. Dan engkau menyebarkannya karenaNya..

اذا اعجبتك الفكرة ..  فانشرها .
وإذا لم تعجبك .. فمر كأنك لم ترى شيئا.
Jika engkau terpanggil sebab tulisan ini maka sebarkanlah.. Namun jika tidak maka anggap engkau tidak pernah lihat..

*يارب من يرسلها ترزقه من حيث لايحتسب*

Ya Robb... Siapa yg mau menshare tulisan ini berilah rizki dari arah yg tidak disangka-sangka..Aamiin...🙏🙏

Read More...

tips makanan sehat

*WA dari IDI*
*( IKATAN DOKTER INDONESIA )*

Buat Saudaraku
ini untuk Mengingatkan kembali jangan malas baca,
Cara Penyembuhan Penyakit dengan buah buahan/sayur-mayur yang ada di sekitar kita :
         
01.Wanita dilarang
      menarik barang
      beban, wanita harus
      mendorong.       
                   
02.Jalan 50 langkah
      memperbaiki tulang
      tubuh, menaiki 20
      anak tangga
      memperbaiki tulang
      lutut. 

03.Kopi tidak disarankan
      bagi WANITA, karena
      dapat menyebabkan
      Osteoporosis dan
      mempercepat
      menopause.

04.Rebus 10 helai daun
     Salam dengan 2 gelas
     air, minum tiap hari
     selama 12 hari untuk
     menurunkan kolestrol
     dan darah tinggi.

05.Penyebab darah tinggi
     adalah kekurangan
     kalium. Semangka
   , Timun adalah sumber
     Kalium (disarankan
     Semangka Kuning).

06.Jus pear + stroberi 4
      buah menaikkan daya
      tahan tubuh.

07.Anggur hitam
     Menguatkan Jantung,
     Anggur Hijau
     melangsingkan Tubuh,
     Anggur Merah
     melebarkan Pembuluh
     darah (agar tdk
     tersumbat / anti
     Kolestrol).

08.Labu kuning baik
     untuk mempertajam
     daya ingat anak
   , dimakan wanita hamil
     lebih baik.Untuk pria
     Dewasa, Pumpkin
     berguna untuk
     menghasilkan Sperma
     berkualitas.

09.Pisang untuk yang
     sering kram dan
     Kesemutan.

10.Manggis paling baik
     untuk tulang.

11.Paprika
     menyembuhkan
     Diabetes, Sakit Tulang
     dan anti Kanker.

12.Apel + buncis di juice
     bersama dapat
     menjadi obat
     Pankreas/Diabetes.

13.Makan sayuran hijau
     Siang hari anti Stroke.

14.Sayur memastikan
     Protein tidak menjadi
     Kanker.

15.Sayur memastikan
      Karbo tidak menjadi
      Diabetes    
     
*Panduan Kesehatan*
01.Sering makan lalu
     tidur bisa kena Kanker
     Lambung karena Mag
     tidak dapat istirahat

02.Hanya boleh makan
     Empat butir telur per
     minggu, selebihnya tdk
      baik

03.Pantat Ayam
      mengandung
      Karsinogen (Penyebab
      Kanker), jangan
      makan Pantat Ayam

04.Makan buah
     seharusnya Before
     meal, bukan After Meal

05.Saat Haid jangan
     minum teh apalagi teh
     hijau, sebaiknya
     makan sesuatu yang
     bisa Nambah Darah

06.Jangan terlalu banyak
     minum susu kacang,
     jangan pake telur dan
     gula

07.Makan Tomat
     sebaiknya After Meal,
     jangan perut Kosong

08.Tiap pagi bangun tidur
      minum  Segelas air
      putih bisa cegah batu
      empedu

09.3 jam sebelum tidur
     jangan makan lagi,
     bisa gemuk

10.Jangan minum teh
     susu atau (teh tarik /
     buble tea) karena
     tinggi Kalori tinggi
     Lemak tidak Bergizi
     dan bisa Darah Tinggi
     Kencing Manis

11.Jangan makan Roti
      yang baru keluar dari
      oven

12.Charger HP jangan
     dekat tempat tidur,
     harus berjarak 30 cm
     lebih dari posisi tidur.

13.Tiap hari minum air
      8-10 gelas untuk
      hindari kanker
      Kantong Kemih

14.Siang hari harus
     banyak minum air
     Putih, malam hari
     harus sedikit minum
     Air putih.

15.Minum kopi jangan
     melebih dua cangkir
     per hari, bisa
     menyebabkan
     Insomnia dan penyakit
     Mag ( Lambung ).

16.Jangan makan
     makanan yang tinggi
     Lemak karena butuh
     5~7 jam pencernaan,
     mengakibatkan darah
     terpusat pada
     pencernaan dan
     mengakibatkan
     ngantuk krn otak
     kekurangan supply
     Darah.

17.Setelah jam Lima sore
     jangan makan banyak
     Karena Tubuh kita
     tidak butuh banyak
     Kalori

18.Sepuluh jenis
     makanan sehat
     a.Ikan laut dalam,
     b.Pisang,
     c.Jeruk bali
     d.Roti full Gandum,
     e.Sayur Bayam,
     f. Bawang Putih
    , g.Pumpkin,
      h.Susu low Fat,
      i. Daging ayam,
      y.Buah Cherry

19.Kurang tidur bikin otak
     tumpul, biasakan tidur
     siang bisa awet muda.

Air lemon Panas bisa menolong anda seumur hidup
Lemon Panas membunuh Sel Kanker.
Terimakasih.
                                  *Selesai baca ini tolong Forward/WA lagi, karena bisa berguna bagi orang lain.*

_*Semoga Bermanfaat untuk kita semua dan orang lain.*_
*Karena kebaikan adalah tuntutan hidup kita di Dunia ini*
____________________________

Read More...

AMAL YG CACAY

**Renungan Pagi**

*'AMILATUN NAASHIBAH*

Kita sering membaca Al Qur'an ayat ke 3 surah Al-Ghosyiyah.

Mari kita perhatikan sisi lain dari penjelasan ayat yang sangat menggugah itu.

Allah Ta'ala berfirman:

عَامِلَةٌ نَاصِبَةٌ
"Amal-amal yang hanya melelahkan"

Rangkaian ayat di awal surah ini bercerita tentang neraka dan para penghuninya.

Ternyata salah satu penyebab orang dimasukkan ke neraka adalah amalan yang banyak dan beragam, tapi penuh cacat; baik motif dan niatnya, maupun kaifiyat (tata cara) yang tidak sesuai dengan sunnah Rasulullah.

Sahabat Umar bin Khathab *selalu menangis* ketika mendengar ayat ini dibacakan.

Suatu hari Atha' As-Salami, seorang Tabi`in yang mulia, bermaksud menjual kain yang telah ditenunnya kepada penjual kain di pasar.

Setelah diamati dan diteliti secara seksama oleh sang penjual kain, sang penjual kain mengatakan,

"Ya Atha', sesungguhnya kain yang kau tenun ini cukup bagus, tetapi sayang ada cacatnya sehingga saya tidak dapat membelinya."

✨ Begitu mendengar bahwa kain yang telah ditenunnya ada cacat, Atha' termenung lalu menangis.

✨ Melihat Atha' menangis, sang penjual kain berkata,

🌷 "Atha' sahabatku, aku mengatakan dengan sebenarnya bahwa memang kainmu ada cacatnya sehingga aku tidak dapat membelinya. Kalaulah karena sebab itu engkau menangis, maka biarkanlah aku tetap membeli kainmu dan membayarnya dengan harga yang pas."

✨ Kemudian Atha' menjawab tawaran itu,

🌷 "Wahai sahabatku, engkau menyangka aku menangis disebabkan karena kainku ada cacatnya?

🌷 Ketahuilah, sesungguhnya yang menyebabkan aku menangis bukan karena kain itu. Aku menangis disebabkan karena aku menyangka bahwa kain yang telah kubuat selama berbulan-bulan ini tidak ada cacatnya, tetapi di mata engkau sebagai ahlinya, ternyata kain itu ada cacatnya.

✨ *Begitulah aku menangis kepada Allah dikarenakan aku menyangka bahwa ibadah yang telah aku lakukan selama bertahun-tahun ini tidak ada cacatnya, bisa jadi mungkin di mata Allah ibadahku penuh cacat dan cela. Itulah yang menyebabkan aku menangis.*"

Semoga kita menyadari sedini mungkin tentang amal yang kita lakukan apakah sudah sesuai dengan tuntunan Rasulullah ataukah tidak.

Hanya dengan ilmu-lah kita akan mengetahui dimana letak kekurangan amal kita.

Maka, bukan hanya beramal dengan sebanyak-banyaknya, tapi juga beramal dengan sebenar-benarnya dan berkualitas._

Karena *Syarat diterimanya amal ibadah* adalah_
_*Ketika amal itu ikhlas karena Allah dan*_
Sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam*_

و الله المستعان.....

#semangat untuk menjadi lebih baik setiap hari
#semangat untuk terus belajar dan beramal
#semangat menebar benih benih kebaikan
#Ku ucapkan mohon maaf lahir bathin jika selama ini banyak salah dan dosaku pada ikhwan semua 🙏🙏🙏. Semoga Allah menjadikan kita semua menjadi hamba" yg Sholeh/ah Aamiin.

Read More...

jangan pakai free ongkir

Banyak ritel online atau toko online yang menawarkan free shipping atau kadang disebut juga sebagai Gratis Ongkos Kirim kepada pelanggannya untuk berusaha menarik perhatian agar mereka mau membeli di toko online tersebut. Memang tidak bisa dipungkiri lagi, sekarang ini banyak orang yang lebih memilih untuk membeli barang di toko online yang menawarkan gratis ongkos kirim atau free shipping.

Anda sebagai seorang entrepreneur mungkin saat ini sedang menerapkan layanan free shipping tersebut atau malah baru ingin berniat melakukannya di toko online anda.

Tapi sebelum melakukan hal tersebut, ada baiknya anda memperhatikan 5 kesalahan yang perlu anda hindari saat menawarkan free shipping di toko online anda. Berikut adalah 5 kesalahan tersebut.

‘1. Menganggap free ongkir sebagai promosi utama di toko online Anda.

Free ongkir mungkin dapat menjadi cara terbaik Anda untuk mendapatkan pelanggan. Tetapi, Anda harus ingat, promosi lainnya juga penting dan dapat membantu bisnis Anda untuk berkembang.

David Kravetz, co-founder dari Fairytale Brownies asal Phoenix, Amerika Serikat yang menjual kue dan roti lewat toko online, telah menawarkan sistem free ongkir sejak tahun 2005, namun 2 tahun kemudian dia memutuskan untuk melakukan sebuah eksperimen.

Kravetz menawarkan 2 promosi berbeda kepada pelanggannya, dimana mereka dapat memilih diskon 20% dari pembeliannya atau free ongkir. Hasilnya sungguh mengejutkan, pelanggan yang memilih diskon ternyata lebih besar 2 kali lipat dibanding dengan yang memilih free ongkir.

Dari hasil tersebut, Kravetz menemukan bahwa sebenarnya pelanggan lebih menginginkan promosi yang dapat mengemat kantongnya dibanding hanya sekedar ongkos kirim yang gratis. Jadi jangan pernah membuat free ongkir sebagai promosi utama Anda, apalagi promosi satu-satunya yang anda terapkan di toko online Anda.

‘2. Menerapkan free ongkir untuk semua pembelian yang dilakukan pelanggan.

Orang-orang yang baru mendirikan sebuah bisnis kecil dan membuka toko online kadang membuat sebuah kesalahan besar. Kesalahan tersebut adalah mereka menawarkan pembebasan ongkos kirim kepada semua pembelian yang dilakukan pelanggannya, walaupun pelanggannya membeli dalam jumlah yang sangat kecil.

Solusi untuk mengatasi ini adalah pastikan anda membuat sebuah penawaran terbatas untuk layanan free ongkir, misalnya membuat batas waktu dari free ongkir tersebut ataupun menetapkan batas berapa banyak pembelian agar pelanggan tersebut dapat menikmati free ongkir di toko online anda.

Misalnya dengan menawarkan jika pelanggan membeli barang dengan total lebih dari Rp 50.000,- maka dia berhak mendapatkan gratis ongkos kirim.

‘3. Membuat batas pembelian minimum yang terlalu tinggi.

Ini merupakan kelanjutan dari poin ke-2, dimana Anda telah menetapkan batas pembelian minimum di toko online anda agar para pembeli dapat menikmati layanan free ongkir. Pastikan batas tersebut normal dan tidak terlalu tinggi bagi pelanggan Anda.

Seorang konsultan e-commerce, John Lawson menyarankan agar anda menetapkan batas pembelian minimum tersebut berdasarkan rata-rata nilai pembelian yang pelanggan Anda lakukan di toko online Anda, dan buat batas tersebut 10%-15% lebih tinggi dibanding rata-rata nilai pembelian.

Contohnya, jika order rata-rata yang dibuat oleh pelanggan Anda adalah sebesar Rp 250.000,-. Anda sebaiknya membuat batas pembelian minimum sebesar Rp 275.000,-. Batas ini akan meningkatkan pemasukan toko online Anda, karena para pelanggan tentunya akan menambah barang pembelian mereka agar mereka bisa mendapat layanan gratis ongkos kirim.

Jangan pernah menetapkan batas minimum pembelian yang tidak masuk akal, misalnya Rp 1.000.000,-, padahal rata-rata penjualan Anda hanya sebesar Rp 100.000,-.

‘4. Menjadikan free ongkir sebagai alat marketing utama.

Para pemilik toko online kadang terlalu memperlihatkan Gratis Ongkos Kirim dalam menjual produk mereka. Free ongkir memang disarankan untuk dicantumkan di halaman utama toko online Anda, tapi jangan terlalu berlebihan.

Ingat, Anda menjual produk bukan menjual free ongkir, jadi jangan terlalu memperlihatkan free ongkir sebagai alat marketing di toko online Anda. Tonjolkan kualitas dari produk Anda, karena Anda memang menjual produk di dalam toko online tersebut. Jadikan free ongkirsebagai nilai tambah, bukan sebagai alat utama.

‘5. Lupa mengingatkan pelanggan Anda berapa banyak yang telah mereka hemat saat membeli.

Saat Anda telah meluncurkan layanan free shipping, pastikan Anda membuat para pelanggan Anda tahu berapa banyak yang bisa mereka hemat dengan gratis ongkir tersebut.

Ini mungkin bisa anda perlihatkan saat pelanggan Anda akan melakukan check out dari barang yang mereka pilih, karena kebanyakan dari software untuk toko online sudah menyediakan fitur untuk menghitung ongkos kirim. Buat pelanggan Anda tahu, bahwa mereka telah menghemat banyak uang ketika memilih free ongkir.

Sumber: http://hot.yukbisnis.com/kesalahan-free-ongkir/

Read More...

mendidik anak

Menyesal Tidak Mengetahuinya Dari Dulu, Ini 7 Rahasia Mendidik Anak

7 Rahasia Mendidik Anak dari Ustdz Farid Ahmad!

1. Jika melihat anakmu menangis, jangan buang waktu untuk mendiamkannya. Coba tunjuk burung atau awan di atas langit agar ia melihatnya, ia akan terdiam. Karena psikologis manusia saat menangis, adalah menunduk.

2. Jika ingin anak-anakmu berhenti bermain, jangan berkata: “Ayo, sudah mainnya, stop sekarang!”. Tapi katakan kepada mereka: “Mainnya 5 menit lagi yaaa”. Kemudian ingatkan kembali: “Dua menit lagi yaaa”. Kemudian barulah katakan: “Ayo, waktu main sudah habis”. Mereka akan berhenti bermain.

3. Jika engkau berada di hadapan sekumpulan anak-anak dalam sebuah tempat, yang mereka berisik dan gaduh, dan engkau ingin memperingatkan mereka, maka katakanlah: “Ayoo.. Siapa yang mau mendengar cerita saya, angkat tangannya..”. Salah seorang akan mengangkat tangan, kemudian disusul dengan anak-anak yang lain, dan semuanya akan diam.

4. Katakan kepada anak-anak menjelang tidur: “Ayo tidur sayang.. besok pagi kan kita sholat subuh”, maka perhatian mereka akan selalu ke akhirat. Jangan berkata: “Ayo tidur, besok kan sekolah”, akhirnya mereka tidak sholat subuh karena perhatiannya adalah dunia.

5. Nikmati masa kecil anak-anakmu, karena waktu akan berlalu sangat cepat. Kepolosan dan kekanak-kanakan mereka tidak akan lama, ia akan menjadi kenangan. Bermainlah bersama mereka, tertawalah bersama mereka, becandalah bersama mereka. Jadilah anak kecil saat bersama mereka, ajarkan mereka dengan cara yang menyenangkan sambil bermain.

6. Tinggalkan HP sesaat kalau bisa, dan matikan juga TV. Jika ada teman yang menelpon, katakan: “Maaf saaay, saat ini aku sedang sibuk mendampingi anak-anak”. Semua ini tidak menyebabkan jatuhnya wibawamu, atau hilangnya kepribadianmu. Orang yang bijaksana tahu bagaimana cara menyeimbangkan segala sesuatu dan menguasai pendidikan anak.

7. Selain itu, jangan lupa berdoa dan bermohon kepada Allah, agar anak-anak kita menjadi perhiasan yang menyenangkan, baik di dunia maupun di akhirat.

Share & Like : http://www.beritaislamterbaru.org/2016/03/menyesal-tidak-mengetahuinya-dari-dulu.html

Read More...

Video Gallery